Wisata Syariah (Halal Tour)

Produk dan jasa wisata, serta tujuan wisata dalam pariwisata syariah adalah sama seperti wisata umumnya selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan etika syariah. Pariwisata Syariah dipandang sebagai cara baru untuk mengembangkan pariwisata Indonesia yang menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai Islami.. Biro Perjalanan Wisata akan merancang kebutuhan yang sesuai nilai syariah baik dalam penyediaan transportasi, pemandu, makan, tempat ibadah, hotel, spa, dsb.

Jogja Travel sendiri saat ini masih mengkombinasikan wisata umum dengan wisata syariah (khususnya ziarah di Yogyakarta dan sekitarnya). Dalam arti program wisata hampir sama dengan wisata umum perbedaannya adalah “Pemandu khusus” , “Hotel Syariah” , “Restorant Halal”. Wisata ini boleh juga dilakukan oleh non muslim, dengan senang hati akan mengenalkan nilai islam khususnya di Yogyakarta.

Jika anda tertarik dengan wisata syariah ini dapat mengirimkan permintaan melalui email : info@jogja-travel.com

wisata syariah yogya

Pengertian Pariwisata syari’ah

Wisatawan muslim merupakan segmen baru yang sedang berkembang pesat dalam industri pariwisata. Menjelajahi dunia seperti wisatawan lain dengan tidak mengorbankan kebutuhan dasar mereka berupa pemenuhan makanan halal dan kemudahan pelaksanaan ibadahnya berupa shalat. Jadi, secara umum pariwisata syari’ah dan pariwisata konvensional tidak beda, hanya kebutuhan terhadap paket wisata, akomodasi, makanan dan minuman memenuhi ketentuan nilai-nilai islam dimana hal ini dapat juga dinikmati oleh semua kalangan karena secara ‘generic’ tidak berbeda. Duman (2011) telah mengumpulkan pendapat para pakar dalam mendefinisikan pariwisata syari’ah.

Islamic value

Hassan (2007) In its narrow sense, it may mean “Religious Tourism” ( visiting shrines all over the Islamic World). But in its wide sense, it is the type of tourism that adheres to the value of Islam. most of these value are shared with other religious and non-religious beliefs (for example the etical code promoted by world Tourism organization). It calls for resfect for local communities and the local environment, benefiting the locals, decency and learning about ather cultures.

hassan (2004) Islamic tourism means a new ethical dimention in tourism. It stand for value generally accepted as high standart of morality and decency. It also atands for the respect of local beliefs ang traditions, as well as care for the environment. It represents a new outlook on life ang society. It brings back values to the central stage in an age where consumerism is rife and everything is available for use and abuse in the most selfish way. It also encourages understanding and dialogue between different nations and civilization and attempts to find out about the backgrown of different societies and heritages.

sumber: Duman, 2011

Berdasarkan berbagi pengertian pariwisata syariah tersebut di atas, prinsip industri pariwisata syariah adalah untuk semua orang dalam segala bentuk produk wisata dengan tetap memperhatikan nila-nilai yang tidak bertentangan dengan syari’ah.

Kriteria umum obyek Pariwisata syari’ah

Obyek dalam pariwisata syari’ah dapat berupa: wisata alam, wisata budaya, wisata buatan yang dibingkai dalam nilai-nilai islam. adanya nilai-nilai islam yang melekat tersebut menjadikan para wisatawan dalam melakukan kagiatan wisata disamping memperoleh kesenangan yang bersifat duniawi, juga mendapatkan kesenangan yang sejalan dengan nilai-nilai yang selaras secara dan seiring dengan tujuan dijalankannya syari’ah, yaitu memelihara kesejahteraan manusia yang mencakup perlindungan terhadap keimanan, kehidupan, akal, keturunan, dan harta benda. Dengan demikian, dalam pariwisata syari’ah meletakan prinsip yang ada harus didasarkan pada tujuan untuk meningkatkan semangat keberagaman dengan cara yang menghibur. keadaan tersebut menjadi sangat berbeda manakala wisatawan melakukan kegiatan wisata yang konvensional maupun wisata religi.

ketiga jenis kegiatan pariwisata tersebut meskipun berbeda, tidak berarti saling meniadakan dan saling menghilangkan satu sama lain. wisata konvensional dan religi pada prinsipnya dapat mendukung terselenggaranya wisata syariah, sepanjang tidak bertentangan dengan kaidah hukum islam. secara singkat, riyanto (2012) melakukan komparasi pariwisata konvensional, pariwisata religi, dan pariwisata syariah seperti yang tersaji dalam tabel 2.

Perbandingan Pariwisata syariah dengan lainnya.

 

No Item Perbandingan konvensional religi syari’ah
1. obyek alam, Budaya,
heritage, kuliner
tempat ibadah,
peninggalan sejarah
semuanya
2. Tujuan Menghibur Meningkatkan Meningkatkan spirit
3. target Menyentuh kepuasan,
dan kesenangan yang
bedimensi nafsu, untuk
menghibur semata.
aspek spiritual
menenangkan jiwa,
mencari ketentraman
batin semata.
Memenuhi keinginan dan
kesenangan serta
menumbuhkan kesadaran
beragama.
4. Guide Memahami dan
menguasai informasi.
sehingga bisa menarik
wisatawan terhadap
obyek wisata.
Menguasai sejarah
tokoh dan lokasi
yang menjadi
obyek wisata.
Membuat turis tertarik pada
obyek dan membangkitkan
spirit religiusitas. Mampu
menjelaskan fungsi & peran
syari’ah dlm membentuk
kebahagiaan dan kepuasan
batin.
5. Fasilitas Ibadah sekedar perlengkapan sekedar perlengkapan Menjadi bagian yg menyatu
6. Kuliner Umum Umum spesifik yang halal
7. relasi dengan
masyarakat di lingkungan
obyek wisata
Umum, komplementer dan
semata-mata mengejar keuntungan
Umum, komplementer dan
semata-mata mengejar keuntungan
spesifik yang halal,
terintegrasi, interaksi,
berdasar prinsip-prinsip, syari'ah.
8. Agenda Perjalanan Mengabaikan waktu peduli waktu perjalanan Memperhatikan waktu.
9. obyek alam, Budaya,
heritage, kuliner
tempat ibadah,
peninggalan sejarah
semuanya

 

Contoh Produk Syariah yang Kami kelola sbb :

PAKET TOUR SYARIAH YOGYAKARTA 2016

Program Tempat Yang Di Kunjungi
Hari 1
  • Tiba di Yogyakarta
  • Mengunjungi Kraton dan Taman Sari sebagai warisan budaya Kerajaan muslim hingga saat ini (Mataram Islam).
  • Masjid Bawah Tanah Taman Sari.
  • Sholat Dhuhur di Masjid Soko Tunggal Taman Sari.
  • Makan Siang di Restoran Local (Halal pastinya)
  • Mengunjungi Museum Kereta Kuda di Kraton
  • Sholat Ashar di Masjid Agung Kraton. Disitu terdapat arsitek campuran islam jawa dan menceritakan sejarah.
  • Check in di Hotel Syariah dan acara bebas.
Hari 2
  • Mengunjungi Borobudur dengan cerita versi islam (Nabi Sulaiman dan cerita nabi lainnya)
  • Lava Tour Merapi dan sejarah hakikat Hamemayu Hayuning Bawana
  • Sholat Dhuhur di Masjid Kaliadem
  • Makan Siang di Restoran Local (Halal pastinya)
  • Prambanan Tour
  • Sholat Ashar Masjid Prambanan
  • Ratu Boko Tour versi Islam
  • Sholat Magrib di Masjid dalam perjalanan
  • Acara bebas
Hari 3
  • Mengunjungi kampung Kauman sebagai kampung tempat organisasi Muhammadiyah berkembang.
  • Kraton Kotagede dan sejarah islamnya
  • Sholat Dhuhur di Masjid Imogiri
  • Makam Imogiri
  • Makan Siang di Restoran Local (Halal pastinya)
  • Sholat Ashar Masjid dalam Perjalanan
  • Pantai Parangtritis
  • Sholat Magrib di Masjid dalam perjalanan
Hari 4
  • Berangkat menuju Solo menilik Kraton Solo
  • Mengunjungi kampung Arab
  • Sholat Dhuhur di Masjid
  • Makan Siang di Restoran Local (Halal pastinya)
  • Tour Kota Solo dan sejarahnya
  • Sholat Ashar Masjid dalam Perjalanan
  • Kembali ke Jogja tour acara bebas
Hari 5
  • Mengunjungi salah satu Pesantren dan menyaksikan aktifitasnya sampai siang hari
  • Sore hari acara bebas
Hari 6
  • Acara bisa menyusun sendiri atau di kombinasikan dengan wisata umum laiinnya